♥ Diary Zahra ♥ ♫ © 2009 - 2012. Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Kisah Teladan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Teladan. Tampilkan semua postingan

Lamaran (itu terbyata) Bohong

>> Kamis, 10 Februari 2011

Sebuah pagi setelah semalaman menempuh perjalanan, sampailah Banian (bukan nama sebenanrnya) ketempat yang di tuju [di sebuah desa, dekat tasikmalaya jawa barat]. Betapa senangnya Rurry (bukan nama sebernya) dikunjungi "Dosen" yang mencuri hatinya. [Perkenalan mereka terjadi dikereta api, beberapa hari sebelumnya]. Kedua orang tua Rurry juga merasa senang, apalagi ketika Banian menyampaikan pinangannya.

"Kedatangan saya jauh dari palembang hari ini adalah untuk mohon perkenan Bapak dan Ibu bersama seluruh keluarga untuk mengajak Dik Rurry hidup berumah tangga. Jika lamaran saya diterima, selanjutnya orang tua saya akan datang kemari guna melengkapi pinangan secara resmi."

Rurry ditanya saat itu pula, bersediakah Rurry dinikahi Banian. Rurry menyembunyikan senyum sambil menganggukkan kepala. Tetangga terdekat diberitahu secara lisan atas adanya lamaran itu.
***

Banian sama sekali tidak mendapatkan hambatan apapun saat mengajak Rurry jalan-jalanke Tasikmalaya dengan alasan untuk memesan cincin pernikahan. Rurry Ho'oh saja, termasuk ketika Banian membelokkan kendaraannya kesebuah hotel.

"I love you," bisik Banian ketika memeluk calon istrinya. Ucapan yan melambungkan angan-angan itu dijawab dengan tak kalah mesra.

"Mee too," jawab Rurry.

"Bulan depan kita jadi suami-istri. Aku ingin lima anak. Tiga perempuan, dua laki-laki," bisik Banian.

Rurry terbelalak amat mesra. "Lima ? Banyak sekali."

Banian meraih tubuh gadis itu dan memeluknya.

"Kalau menurut kamu, sebaiknya berapa ?"

"Dua saja," jawab Rurry. "Aku tidak sanggup kalau lima."

"Kita lakukan sekarang, kamu setuju ?"

Rurry diam.

"Jangan sekarang. Besok saja kalau kita sudah sah menjadi suami-istri. Yang sekarang nyicil dulu," ucap Banian.

Di kamar mandi, Banian berulang-ulang kali memberi sugesti bahwa hubungan sex lengkap belum boleh terjadi. Lalu dalam posisi memangku Rurry, Banian "menyelinap masuk."

"Sorry, ngak sengaja masuk" kata Banian pura-pura kaget. (Plaaakkk, tamparan gratis untuk banian)

"Nggak apa-apa" Rurry tersenyum. (hhhhhhhhh....)
***

Sejak peristiwa di hotel itu, Banian yan mengaku mengambil cuti sepuluh hari menyempurnakan kegiatannya. Setiap kesempatan ketika rumah sedang sepi, ditinggal ayah ibunya yang berjualan di kepasar, digunakannya. Malam hari pun, Rurry menyelinap menyusul tidur bersama calon suaminya. Bahkan belakangan, ketika menjelang hari kesepuluh dan Banian harus berpamitan untuk pulang ke Palembang, orangtuanya membiarkan Rurry tidur dikamar depan [bersama Banian].

Esoknya, [dengan naik sepeda motor milik orangtua Rurry], Banian pamit pergi ke Tasikmalaya untuk beli tiket. Itulah saat terakhir mereka melihat wajah ngibul lelaki yang sejatinya hanya berprofesi sebagai calo terminal [di Jakarta] itu.

Semakin sempurna kekagetan orang tua Rurry ketika menyadari, sejumlah besar uang yang disimpan di almari ikut hilang bersama BPKB (Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor) kendaraannya yang hilang. Lenyapnya Banian bisa jadi [semakin] membuat bingung Rurry bila bulan berikutnya tidak kunjung "Tamu bulanan"-nya [Lantaran hamil].


credit : Langitkahawong@teleng
via : Do'a dan Dzikir Cinta
Rewrite by: Zahra at Diary-4share


Personal Opinion
Dari cerita diatas, kita bisa mengambil Hikmah bahwa :
1. Kita memang harus lebih dan lebih berhati-hati dalam bergaul dengan si dia
2. Berprasangka baik terhadap orang lain itu dianjurkan, tetapi hal yang paling penting adalah kita tahu siapa orang yang kita percaya
3. Kehidupan remaja memang rentan terhadap pergaulan bebas, akan lebih baik jika orang tua dapat mendukung agar anaknya tetap terjaga dalam kaidah agama. (semisal dalam cerita diatas, tidak mengijinkan anaknya tidur bersama apapun alasannya selagi belum terikat dalam tali pernikahan)
4. dan yang terakhir, tentunya berdo'a dan zikir agar iman kita tetap terjaga dan selalu dalam lindungannya.

Berikut zikir ala Yusuf a.s.

إنه هو السميع العليم

"Innahu huwas sami'ul alim."
(Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi maha mengetahui.) Q.S Yusuf 12:34

*maaf gak ada harkatnya

Dan Hasilnya:
"Maka tuhannya memeperkenankan do'a yusuf dan Dia menghindarkan yusuf dar tipu daya mereka. Sesunggguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Q.S Yusuf 12:34)

keep enjoy, semoga ini manfaat. :D

Read more...

Sadarlah bahwa anda Perempuan !

>> Selasa, 08 Februari 2011


Berikut ini adalah cerita Nabi Musa a.s. dan dua putri Nabi Syu'aib a.s yang dikisahkan Allah Swt. dalam Al-Qur'an.

Dan, tatkala sampai disumber air negeri Madyan, ia menjumpai disana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai dibelakang orang banyak itu, dua orang perempuan yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata, "Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?"

Kedua perempuan itu menjawab, "Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya." 

Maka, musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya kemudian dia kembali kembali ketempat yang teduh lalu berdoa, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku,"

Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan dengan malu-malu, ia berkata, "Sesungguhnya, bapakku memanggil kamu agar ia memberi balasan terhadap (kebaikan) mu memberi minum (ternak) kami."

Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu'aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai dirinya), Syu'aib berkata, "Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zalim itu" (Q.S. Al Qashash, 28:23-25).

Sayyid Quthub rahimahullah  menjelaskan bahwa salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan dengan malu-malu. Itulah gaya berjalan seorang gadis muda yang suci, terhormat, menjaga diri, dan bersih tatkala bertemu dengan laki-laki.

Salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan dengan malu-malu tanpa bertingkah macam-macam, tidak bersolek, tidak berlenggok-lenggok, dan tidak menggoda. Ia menghampiri Musa untuk menyampaikan undangan dengan kata singkat, pendek, dan lugas. "Sesungguhnya, bapakku memanggil kamu agar ia memberi balasan terhadap (kebaikan) mu memberi minum (ternak) kami." Ia sampaikan itu dengan rasa malu, jelas, detail, dan gamblang, tanpa merasa gagap, tidak bingung, dan juga tidak ruwet. Itulah tanda kecerdasan alami yang bersih, sehat dan lurus.

Seorang gadis baik-baik dengan tuntutan fitrahnya tentu akan merasa malu jika bertemu dan berbicara ddengan laki-laki. Akan tetapi, dengan kepercayaan diri yang penuh akan kesucian dan kelurusannya, putri Nabi Syu'aib mampu mengtaur emosinya dan tidak berbicara dan bersikap kecentilan yang bisa memancing gairah  dan membakar nafsu. Ia berbicara dengan jelas, sesuai kebutuhan, dan tidak lebih.

Keteladanan lainnya diceritakan Allah Swt. dalam firman-Nya, Salah seorang dari kedua wanita itu berkata, "Ya Bapakku, ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita) karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya" (Q.S Al Qashash, 28: 26).

Sayyid Quthub menjelaskan, "Di sini, ia dan saudarinya menyatakan keberatan dan tersiksa untuk menggembala kambing, berdesak-desakkan dengan kaum pria untuk mengambil air, dan melakukan kontak dengan mereka lainnya orang yang yang melakukan pekerjaan laki-laki".




credit: Akram Ridha via Kecantikan Surgawi

Read more...

Kisah Seekor Tikus

>> Kamis, 03 Februari 2011


Seekor tikus mengintip di balik celah di tembok untuk mengamati sang petani dan istrinya, saat membuka sebuah bungkusan. Ada mainan pikirnya. Tapi dia terkejut sekali, ternyata bungkusan itu berisi perangkap tikus. Lari kembali ke ladang pertanian itu, tikus itu menjerit memberi peringatan, “Awas ada perangkap tikus di dalam rumah, hati-hati ada perangkap tikus di dalam rumah!”

Sang ayam dengan tenang berkokok dan sambil tetap menggaruki tanah, mengangkat kepalanya dan berkata. ‘Ya, maafkan aku Pak Tikus. Aku tahu memang ini masalah besar bagi kamu, tapi buat aku secara pribadi tidak ada masalah. Jadi jangan buat aku sakit kepala lah.”

Tikus berbalik dan pergi menuju sang kambing. Katanya, “Ada perangkap tikus di dalam rumah, sebuah perangkap tikus di dalam rumah!”

‘Wah aku menyesal dengan kabar ini.” Si kambing menghibur dengan penuh simpati. “Tetapi tidak ada sesuatu pun yang bisa kulakukan kecuali berdo’a. Yakinlah, kamu senantiasa ada dalam do’a-do’aku!”

Tikus kemudian berbelok menuju si lembu.‘Oh! Sebuah perangkap tikus?” jadi saya dalam bahaya besar ya?” kata lembu sambil ketawa, berteleran air liur.

Jadi tikus itu kembalilah ke rumah dengan kepala tertunduk dan merasa begitu patah hati, kesal dan sedih, terpaksa menghadapi perangkap tikus itu sendirian. Ia merasa sungguh-sungguh sendiri.

Malam tiba, dan terdengar suara bergema di seluruh rumah, seperti bunyi perangkap tikus yang berjaya menagkap mangsa. Istri petani berlari melihat apa saja yang terperangkap. Di dalam kegelapan itu dia tak bisa melihat bahwa yang terjebak itu adalah seekor ular berbisa. Ular itu sempat mematok tangan istri petani itu. Petani iktu bergegas membawanya ke rumah sakit.

Si istri kembali ke rumah dengan tubuh mungil, demam. Dan sudah menjadi kebiasaan, setiap orang sakit demam, obat pertama adalah memberikan sup ayam segar yang hangat. Petani itupun mengasah pisaunya, dan pergi ke kandang, ,mencari ayam untuk bahan supnya.

Tapi, bisa itu sungguh jahat, si istri tak kunjung sembuh. Banyak tetangg yang datang membesuk dan tamupun tumpah ruah ke rumahnya. Iapun harus menyiapkan makanan, dan terpaksa kambing di kandang itu dijadikan gulai. Tapi itu tidak cukup, bisa itu tak dapat taklukan. Si istri mati, dan berpulh orang datang untuk mengurus pemakaman, juga selamatan. Tak ada cara lain, lembu di kandang itupun dijadikan panganan untuk puluhan rakyat dan peserta selamatan,

Kawan, apabila kamu dengar ada seseorang yang menghadapi masalah dan kamu pikir itu masalah itu tidak ada kaitannya dengan kamu, ingatlah bahwa apabila ada “perangkap tikus” di dalam rumah, seluruh “ladang pertanian” ikut menanggung resikonya. Sikap mementingkan diri sendiri lebih banyak keburukan daripada kebaikanya.

Sumber: (iphincow.wordpress.com)

Tikusnya Lucu banget jadinya pengen diupload. :D

Read more...

Followers

    © ♥ Diary Zahra ♥ ♫. Friends Forever Template by Emporium Digital 2009

Back to TOP